Hitted

msn live statistics

Friday, November 19, 2010

Kuharap itu cukup, sayang.


Aku berusaha mencari simbolisasi tentang keberadaanku disisimu.

Pada awalnya, aku ingin menjadi udara.
Udara yang selalu kamu hirup setiap saat, selalu membuatmu hidup, selalu ada untukmu walau kadang kamu lupakan. Meresap kedalam setiap keping darahmu, memberikan nyawa untukmu.
Namun aku tidak ingin jika aku tak ada, kamu mati. Aku ingin kamu tetap hidup bahkan setelah aku pergi, kepergian dalam bentuk apapun.
Namun tekankan, aku tidak akan pernah berniat untuk pergi.
Maka udara kucoret dari daftarku.

Aku ingin menjadi bola sepak.
Ya, bola bundar itu. Aku suka saat melihat kamu bermain bola, entah secara langsung maupun secara virtual. Aku suka melihat kamu melakukan hal kegemaranmu, aku suka melihat kamu bersemangat, aku suka melihat kamu bahagia. Aku ingin menjadi hal yang bisa membuat kamu bahagia.
Namun aku tidak ingin dioper oper, aku tidak ingin dibagi bagi, aku tidak ingin diperebutkan. Aku ingin ada buat kamu, namun sepertinya main bola sendirian itu kurang asik.
Aku suka menghabiskan waktu berdua denganmu, tapi aku juga suka saat kamu senang saat berkumpul dengan teman-temanmu.
Tidak boleh egois, maka bola sepak pun kulewati.

Kubayangkan menjadi musik. Aku ingin menjadi musik.
Ya, aku tahu kamu suka musik, aku juga. Kita berdua suka musik, dan musik selalu hadir di setiap obrolan. Entah itu lipsync, sindiran, ledekan, atau ungkapan perasaan. Musik selalu dapat menemani di dalam setiap keadaan, hanya butuh playlist yang tepat.
Namun, musik itu terlalu luas. Sedangkan aku tidak bisa memilih spesifikasi musik untukmu, karna ada waktu dan situasi yang berbeda untuk tiap lagu. Lagi, musik dapat menjadi hal yang paling kubenci, karna dapat menyeret memori yang seharusnya sudah terkubur. Musik terlalu labil dan luas, tidak.
Karena, aku ingin menjadi sesuatu yang stabil untukmu.

Terfikir akan hal yang lain, namun selalu saja ada kekurangannya. Aku ingin menjadi sempurna buat kamu, namun kesempurnaan tidak pernah bisa disimbolkan, selain Tuhan tentunya. Sepertinya tidak ada hal yang dapat menggambarkan keinginan ini.

Lalu kuputuskan, aku ingin menjadi diriku sendiri. Aku, yang akan berusaha untuk menjadi apa yang kamu ingin, kamu butuh, kamu harap, namun tetap dalam konteks 'aku'. Maaf jika aku tidak bisa menjadi kesempurnaan untuk kamu, maaf jika terkadang kamu kesal dan semacam ingin memasukkanku ke peti lalu dikirim ke Antartika, maaf jika aku gagal memenuhi ekspektasimu tentang pasangan ideal.

Aku tidak bisa menjanjikan apapun selain satu hal; Aku akan berusaha hingga aku kehilangan rasa kesanggupan.

Aku harap itu cukup.


outting ♥

No comments:

Post a Comment

Hit me